Penjelasan Lengkap Materi IPA Tentang 9 Sistem Organ Tubuh Manusia dan Fungsinya

Advertisement
Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai macan organ yang membentuk suatu sistem organ yang saling berkaitan dan melakukan fungsi tertentu. Organ adalah sekumpulan jaringan dalam tubuh manusia yang melakukan fungsi tertentu. Dalam tubuh manusia setidaknya ada 9 sistem organ yang masing – masing sistem organ melakukan fungsi yang berbeda – beda. 9 sistem organ tersebut yaitu : sistem pencernaan, sistem pernafasan/respirasi, sistem sirkulasi, sistem pengeluaran, sistem gerak, sistem reproduksi, sistem saraf, sistem integument, dan sistem hormon.

Berikut penjelasan dari masing – masing sistem organ yang ada pada tubuh manusia :

sistem organ tubuh

1.    SISTEM PENCERNAAN

Pada tubuh manusia sistem pencernaan berfungsi untuk menghancurkan makanan yang masuk ke dalam tubuh lalu menyerap berbagai nutrisi dari makanan tersebut yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu sistem pencernaan juga befungsi untuk membuang sisa – sisa makanan yang tidak berfungsi bagi tubuh. Ada 2 proes pencernaan yang terjadi dalam tubuh manusia yaitu pencernaan 
mekanik dan pencernaan kimiawi.

Pada pencernaan mekanik makanan dirubah menjadi bentuk yang lebih halus untuk mempermudah proses pencernaan itu sendiri. Sedangkan pada pencernaan kimiawi makanan yang telah halus tadi dirubah  menjadi zat – zat yang lebih sederhana dengan bantuan enzim – enzim yang ada dalam mulut, lambung, dan usus.

Sistem pencernaan itu sendiri terdiri dari berbagai macam organ yaitu : mulut, saluran pencenaan, dan kelenjar pencernaan. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai organ – organ yang terlibat dalam sistem pencernaan manusia :


A.    Rongga Mulut

Proses pertama dalam pencernaan terjadi di rongga mulut, dimana makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut. Di dalam mulut sendiri terdapat beberapa organ yaitu :

  • Gigi : Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis dimana makanan akan dirubah menjadi bagian – bagian yang lebih halus. Proses ini beguna untuk mempercepat proses pencernaan dengan bantuan enzim pencernaan. 
  • Lidah : Ludah merupakan organ pencernaan yang berfungsi untuk mencampur dan menelan makanan. Lidah membantu penempatan makanan sehingga dapat dikunyah oleh gigi.
  • Kelenjar Ludah: di dalam mulut terdapat 3 kelenjar ludah yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis. Setelah proses mekanik oleh gigi, makanan akan bercampur dengan ludah agar menjadi lembek dan mudah ditelan. Makanan yang telah dilumatkan dengan air liur disebut bolus. Bolus ini akan diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.

B. Saluran pencernaan

Berikut beberapa organ dalam saluran pencernaan :
  •  Kerongkongan (esophagus): Kerongkongan merupakan saluran panjang yang berfungsi sebagai jalan bolus dari mulu ke lambung. Jalannya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan ini disebabkan oleh adanya suatu gerakan yang disebut gerakan peristaltic  pada dinding otot kerongkongan. Gerakan peristaltic ini terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian si lapisan otot dinding kerongkongan. 
  • Lambung (ventriculus): Lambung merupakan saluran perncernaan yang terletak di bawah sekat rongga badan. Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanik yang dibantu oleh dinding lambung dan perncernaan kimiawi yang dibantu oleh getah lambung. Lambung ini berfungsi sebagai tempat untuk menampung makanan.
  • Usus Halus: Usus halus berfungsi untuk menyerap nutrisi yang terdapat dalam makanan. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan secara kimiawi dengan bantuan berbagai macam enzim pencernaan. 
  • Usus Besar: Setelah nutrisi dan makanan diserap di usus halus, makanan akan disalurkan ke usus besar. Fungsi utama usus besar adalah untuk menyerap air dan elektrolit dari sisa pencernaan dan menyimpan kotoran sampai diekskresikan. 
  • Rectum: Rektum (poros usus) merupakan organ pencernaan yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung feses. 
  • Anus : Feses akan didorong oleh otot – otot polos menuju ke anus sebelum akhirnya dibuang ke luar tubuh. Proses pembuangan festes ini dinamakan defekasi. Otot – otot disekitar anus akan berkontraksi sehingga anus membuka dan mengeluarkan feses.

C. Kelenjar Pencernaan

Organ – organ pada kelenjar pencernaan meliputi :
  •  Hati : Hati berfungsi untuk Menghasilkan empedu sebagai kelenjar eksoren untuk menyimpan cadangan lemak, glikogen, vitamin A, B12,D, dan albumin. Fungsi utama hati biasanya dikaitkan dengan detoksifikasi zat – zat beracun dalam pencernaan
  • Pankres: Pankreas merupakan kelenjar yang menghasilkan beberapa enzim pencernaan diantaranya yaitu protease, nuclease, amylase, dan lipase. Keluarnya enzim dari kelenjar pancreas bergantung pada aktifitas hormone sekretin yang dihasilkan oleh usus dua belas jari pada saat makanan masuk ke dalamnya.
  • Kelenjar Empedu: Kelenjar ini berfungsi utama dari kantung empedu adalah untuk menyimpan empedu sampai dibutuhkan untuk pencernaan. Kandung empedu juga membantu proses pencernaan lemak.

2. SISTEM PERNAPASAN

Pada saat kita bernapas maka sistem pernapasan akan bekerja. Bernapas adalah proses mengambil oksigen di udara dan mengeluarkan karbon dioksida.

Organ – organ yang terdapat pada sistem pernapasan diantaranya yaitu :

A. Hidung

Di dalam hidung terdapat rongga hidung yang berlapis selaput lender. Selaput lender ini berfungsi untuk menangkap benda asing yang terbawa oleh oksigen dari udara yang masuk ke saluran pernapasan. Di dalam hidung juga terdapat rambut – rambut hidung yang berfungsi sebagai penyaring kotoran yang masuk bersama dengan oksigen. Fungsi hidung sendiri selain sebagai alat pernapasan juga sebagai alat indera pencium.


B. Faring (pangkal tenggorokan)

Faring adalah percabangan dua saluran yaitu nasofarings dan orofarings. Fungsi utama faring adalah untuk menyediakan saluran bagi udara yang keluar masuk dan juga sebagai jalan makanan dan minuman yang ditelan.


C. Laring

Laring terletak di antara faring dan trakea. Laring merupakan tempat epiglottis dan pita suara. Masuknya udara melalui faring menyebabkan laring bergetar dan terdengar sebagai suara.

D. Tenggorokan/Trakea

Tenggorokan berbentuk seperti pipa yang panjangnya kurang lebih 10 cm yang terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Trakea berfungsi untuk menyaring udara yang kita hirup dan juga bercabang ke bronkus.

D.    Paru – paru

Paru – paru merupakan organ vital yang sangat penting bagi manusia. Dalam sistem pernapasan paru – paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Paru – paru bertugas untuk mentransfer oksigen yang dihirup ke dalam darah untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh.

Paru – paru berada di dalam rongga dada sebelah kiri dan kanan yang dilindungi oleh tulang rusuk. Paru – paru terdiri dari paru – paru kanan dan paru – paru kiri. Paru – paru kanan terdiri dari tiga gelambir sedangkan paru – paru kiri memiliki dua gelambir.

F.    Diafragma

Diafragma adalah partisi otot antara perut dan rongga dada dan meluas di bagian bawah tulang rusuk. Fungsi utama diafragma adalah untuk membantu sistem pernapasan.


3. SISTEM SIRKULASI

Secara umum sistem sirkulasi berfungsi untuk memelihara kondisi seimbang di dalam seluruh jaringan tubuh agar sel bisa bertahan hidup dan berfungsi secara optimal. Selain itu sestem sirklasi juga berfungsi untuk :
  • Memenuhi kebutuhan jaringan tubuh
  • Mentransfor zat – zat makanan ke jaringan tubuh
  • Menghantarkan hormone dari satu bagian ke bagian tubuh lainnya
Sistem sirkulasi ini terdiri dari

A. istem Peredaran Darah/Transportasi

Sistem Transfortasi adalah proses pengedaran zat – zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat – zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan ke luar tubuh.
Fungsi sistem peredaran darah adalah :
  • Untuk mensuplai oksigen dan sari – sari makanan yang diabsorbsi dari sistem pencernaan ke seluruh jaringan tubuh
  • Membawa gas sisa berupa karbon1dioksida ke paru – paru
  • Mengembalikan zat sisa metabolism ke ginjal untuk disekresikan
  • Menjaga suhu tubuh
  • Mendistribusikan hormon – hormon untuk mengatur sel tubuh.
Sistem peredaran darah manusia meliputi beberapa organ diantaranya:
  • Darah yang berfungsi sebagai alat transfortasi utama dalam sistem sirkulasi
  • Jantung yang berfungsi untuk memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh manusia
  • Pembuluh darah yang merupakan jalan bagi darah mengalir dari jantung menuju ke jaringan seluruh tubuh. Pembuluh darah dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu pembuluh nadi, vena dan pembuluh kapiler.

B. Sistem Peredaran Getah Bening/Sistem Limfa

Sistem limfa berkaitan dengan sistem peredaran darah. Sistem limfa berfungsi untuk membuat getah bening atau limfa yang merupakan cairan yang mengandung sel dara putih. Getah bening ini bertugas untuk membantu tubuh untuk melawan infeksi yang menyerang tubuh.
Perbedaan anatara peredaran darah dengan peredaran getah bening bisa dilihat pada tabel berikut :

4.    SISTEM PENGELUARAN

Setiap hari dalam tubuh manusia terjadi berbagai macam reaksi yang sangat kompleks. Reaksi tersebut disebut dengan istilah metabolism. Metabolism sendiri terdiri dari anabolisme dan katabolisme. Anaboisme merupakan reaksi pengikatan sedangkan katabolisme merupakan reaksi penguraian. Dari reaksi – reaksi tersebut menghasilkan zat – zat yang berguna dan zat – zat yang tidak berguna bagi tubuh atau bahkan dapat meracuni tubuh sehingga harus dikeluarkan.
Proses pengeluaran dapat dilakukan dengan 4 cara yaitu:
  • Defekasi yaitu proses pengeluaran sisa pencernaan makanan yang disebut feses melaui anus
  • Ekskresi yaitu proses pengeluaran zat – zat sisa metabolism berupa CO2, H2O, NH3, zat warna empedu, dan asam urat. Sistem sekresi terdiri dari organ ginjal, kulit, hati dan paru.
  • Sekresi yaitu proses pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam saluran pencernaan yang berupa substansi kimia berbentuk lender oleh sel kelenjar misalnya hormon dan enzim.
  • Eliminasi yaitu proses pengeluaran zat dari rongga tubuh , baik dari rongga kecil maupun rongga yang besar.

  5.    SISTEM GERAK

Sistem gerak manusia terdiri dari sistem rangka dan sistem otot. Alat gerak manusia adalah tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif sedangkan otot disebut alat gerak aktif karena mempunyai kemampuan untuk berkontraksi.

A. Sistem Rangka

Rangka dewasa manusia terdiri dari 206 ruas tulang dengan bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi. Pada sistem gerak, rangka manusia berfungsi untuk :
  • Formasi bentuk tubuh
  • Formasi sendi – sendi
  • Pelekatan otot – otot
  • Sebagai pengungkit untuk berbagai macam aktifitas tubuh
  • Sebagai penyokong berat badan serta daya tahan untuk menghadapi pengaruh tekanan
  • Sebagai proteksi untuk melindungi organ – organ halus pada tubuh
  • Hemopoesis atau pembentukan sel – sel darah yang terjadi di sumsum tulang belakang
  • Sebagai imunologis
  • Tempat penyimpanan kalsium
Sistem rangka disusun oleh beberapa tulang yang saling berhubungan. Rangka manusia dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu aksial dan apendikuler.
  1. Rangka aksial merupakan kelompok tulang yang terletak di sumbu tubuh, yaitu tulang tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada. Rangka aksial terdiri dari 80 tulang.
  2. Rangka apendikuler merupakan kelompok tulang yang menyusun anggota gerak atas dan bawah, terdiri dari 126 ruas tulang.
Dalam sistem rangka terdapat sendi yang merupakan penghubung antar tulang sehingga mampu digerakan.
Berdasarkan arah gerakannya sendi dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu:
  • Sendi putar, yang memungkinkan gerakan memutar atau rotasi.
  • Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan ke segala arah
  • Sendi pelana, yaitu persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi namun tidak ke semua arah
  • Sendi engsel merupakan pesendian yang memungkinkan gerakan satu arah
  • Sendi luncur merupakan persendian yang memungkinkan gerakan rotasi pada satu bidang datar saja.

B. Sistem Otot

Otot memiliki 3 kemampuan khusus yaitu:
  • Kontrakbilitas, yaitu kemampuan untuk berkontraksi/memendek
  • Ekstensibilitas, yaitu kemampuan melakukan gerakan kebalikan akibat kontraksi
  • Elastisitas, yaitu kemampuan untuk kembali ke posisi semula setelah berkontraksi atau disebut relaksasi.
Otot manusia dibedakan menjadi 3 jenis otot, yaitu :
  • Otot rangka/otot lurik merupakan otot yang melekat dan menggerakan tulang rangka
  • Otot polos yang terdapat pada dinding penyusun organ – organ bagian dalam
  • Otot jantung, merupakan otot yang hanya terdapat pada dinding jantung dan vena.

 

6.SISTEM REPRODUKSI

Sistem reproduksi berfungsi untuk menghasilkan keturunan dengan tujuan mempertahankan jenisnya.
Sistem reproduksi terdiri dari sistem reproduksi pria dan sistem reproduksi wanita.

A.  Sistem Reproduksi Pria

Terdiri dari :
  • Testis yang berfungsi untuk menghasilkan sperma dan hormone testosterone
  • Epididimid yang berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma
  • Vas deferens berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis/kantung semen atau mani
  • Uretra yang berfungsi untuk membawa sperma ke luar tubuh
  • Tubulus recti berfungsi sebagai tempat bermuaranya saluran dari tubulus seminiferus
  • Penis berfungsi sebagai alat untuk melakukan reproduksi (menyalurkan sel sperma)
  • Skrotum berfungsi sebagai alat untuk pembentkan sel sperma.

B. Sistem Reproduksi Wanita

Terdiri dari :
  • Ovarium (indung telur), yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon (esterogen dan progesterone)
  • Oviduk/tuba falopi/saluran telur, berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus
  • Uterus(kantung peranakan/rahim), berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi, menerima pembuahan ovum yang tertanam ke dalam endometrium, dan juga sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin
  • Vagina merupakan penghubung rahim ke bagian tubuh luar, juga menghasilkan berbagai macam sekresi
  • Vulva berfungsi sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi
  • Leher rahim (serviks) berfungsi untuk membantu perjalanan sperma dari vagina menuju rahim.

 

7.    SISTEM SARAF

Sistem saraf pada manusia berperan dalam proses iritabilitas yaitu kemampuan untuk menanggapi suatu rangsangan dari luar. Untuk menanggapi rangsangan sistem saraf memiliki 3 komponen, yaitu :
  • Reseptor, merupakan alat penerima rangsangan atau impuls. Yang bertindak sebagai reseptor adalah panca indera
  • Konduktor (penghantar impuls), dilakukan oleh sistem saraf itu sendiri yang terdiri dari sel – sel saraf yang disebut neuron
  • Efektor, adalah bagian tubuh yang menanggapi rangsangan. Efektor yang paling penting dalam tubuh manusia adalah otot dan hormone.
Sel saraf terdiri dari 3 bagian utama yaitu:
  • Badan sel yang merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf yang mengandung inti sel dan sitoplasma. Inti sel berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energy untuk membawa rangsangan
  • Dendrit, merupakan sel saraf pendek dan bercabang – cabang yang berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
  • Neurit (akson), berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel ke sel saraf lain.
Organ yang berperan dalam sistem saraf selain sel saraf itu sendiri yaitu:

A. Otak

Otak merupakan pusat pengatur dari segala kegiatan manusia yang terletak di rongga tengkorak dan dibungkus oleh 3 lapis selaput kuat yang disebut meninges. Selaput paling luar disebut durameter, paling dalam adalah piamater dan selaput bagian tengah disebut arachnoid. Otak manusia terdiri dari 3 bagian yaitu:
  • Otak besar (cerebrum), berfungsi sebagai pusat kegiatan – kegiatan yang disadari seperti berfikir, mengingat, berbicara dll
  • Otak kecil (cerebellum), berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinsi kerja oto – otot ketika bergerak.
  • Sumsum lanjutan, berfungsi sebagai pusat pengendalian pernapasan, penyempitan pembuluh darah, mengatur denyut jantung, mengatur suhu tubuh dan kegiatan – kegiatan yang tidak disadari.

B. Sumsum Tulang Belakang

Sumsum Tulang Belakang memanjang di dalam rongga tulang belakanh, mulai dari ruas – ruas tulang leher sampai ruas tulang pinggang kedua. Sumsum tulang belakang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari dan ke otak serta untuk member kemungkinan jalan terpendek secara reflex.

8. SISTEM INTEGUMENT

Sistem integument merupakan sistem yang paling luas yang ada pada tubuh manusia. Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut sebagai sistem integumen. Sistem ini terdiri dari kulit dan kelengkapannya termasuk kuku, rambut, kelenjar dan reseptor saraf khusus. Integument itu sendiri merupakan suatu kata yang bersal dari bahasa latin “integumentum” yang berarti penutup. Fungsi sistem integument adalah sebagai penutup organ atau jaringan dalam manusia untuk melindungi dari kontak luar.

A. Kulit

Kulit berfungsi untuk mencegah terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan dan mencegah masuknya benda – benda asing yang berasal daari luar seperti bakteri.
Selain itu fungsi kulit lainnya adalah :
  • Untuk mengeluarkan keringat
  • Untuk pelindung tubuh
  • Untuk mengatur suhu tubuh
  • Sebagai tempat pembuangan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari
Kulit tersusun dari 3 lapisan yaitu:
  • Epidermis atau kulit luar
  • Dermis yaitu lapisan kulit dibawah epidermis yang mengandung sel – sel khusus untuk membantu mengatur suhu tubuh, melawan infeksi, menyimpan air dan sebagai suplai darah dan nutrisi ke kulit.
  • Subkutan atau hypodermis terdiri dari jaringan ikat longgar yang berisi sel – sel lemak.

B. Rambut

Rambut adalah organ yang tumbuh di kulit yang berbentuk seperti benang. Fungsi rambut yaitu :
  • Untuk melindungi kulir dari pengaruh buruk
  • Menyaring udara pada hidung
  • Sebagai pengatur suhu
  • Pendorong penguapan keringat
  • Dan sebagai indera peraba.

C. Kuku

Kuku merupakan sel yang mirip seperti jel dan mengeras. Fungsi utama kuku adalah untuk melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf.

9.    SISTEM HORMON

Kata hormone berasal dari bahasa yunani “hormaein” yang berarti “memacu”. Hormone diproduksi oleh kelenjar endokrin dan berfungsi untuk mengatur metabolism dalam tubuh, perkembangan, pertumbuhan, reproduksi, dan tingkah laku.

Hormone diperlukan dalam jumlah tertentu. Jika kekurangan atau kelebihan hormone maka akan menyebabkan suatu gangguan pada tubuh seperti gigantisme (pertumbuhan raksasa) ataupun kerdil.
Fungsi hormone dalam tubuh adalah untuk mengatur kinerja tubuh. Kelenjar endokrin menghasilkan hormone diantaranya yaitu sebagai berikut :


A. Kelenjar hipofisis dan hipotalamus

Kelenjar hipotalamus memiliku peranan yang sangat penting dalam sistem koordinasi tubuh manusia.
Kelenjar hipofisis terdiri dari 3 bagian yaitu lobus anterior, intermediate, dan paterior.

Hormone yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisi diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Hormone pertumbuhan yang berfungsi untuk memicu pertumbuhan dengan meningkatkan pembentukan protein di dalam sel
  • Laktotropik hormone berfungsi untuk merangsang produksi air susu
  • Thyroid stimulating hormone berfungsi untuk mengatur ekskresi hormone kelenjar tiroid
  • Adrenocorticotropik hormone berfungsi untuk mengatur ekskresi hormone oleh kelenjar adrenal.
  • Follicle stimulating hormone, pada wanita hormone  perkembangan foliker pada ovarium dan memicu pelepasan hormone esterogen. Sedangkan pada pria hormone  testis untuk menghasilkan sperma.
  • Luteinizing hormone, pada pria hormone ini akan menstimulasi sel interstisial untuk menghasilkan hormone testosterone sedangkan pada wanita hormin ini memicu ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium dan juga menstimulasi produksi hormone progesterone

B.  Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid disebut juga sebagai kelenjar gondok. Kelenjar ini terletak di leher bagian depan dan terdiri dari dua lobus. Kelenjar tiroid mensekresikan 2 hormon yaitu tiroksin yang berfungsi untuk mengatur metabolism tubuh dan hormone kalsitonin yang berfungsi untuk menurunkan kadar kalsium dalam darah.


C. Kelenjar Paratiroid

Menghasilkan hormone parathormon yang berfungsi untuk meningkatkan kadar kalsium dalam darah dengan cara meningkatkan pengambilan kembali kalsium dari ginjal, merangsang lepasnya kalsium dari tulang keras sehingga kadar kalsium dalam darah menjadi normal.

D. Kelenjar Timus

Merupakan tempat menimbun hormone pertumbuhan, dan setelah manusia dewasa hormone ini tidak akan berfungsi lagi.


E. Kelenjar Pancreas

Pancreas merupakan sekumpulan sel endokrin yang mensekreskan dua macam hormone ke sistem sirkulasi.


F. Kelenjar Adrenal

Kelenjar ini terdiri dari korteks adrenal dan medulla adrenal.
Korteks adrenal menghasilkan hormone:
  • Mineralokortikoid yang berfungsi untuk mengatur metabolism mineral
  • Glukokortikoid yang berfungsi untuk mengatuk metabolism glukosa
Medulla adrenal menghasilkan hormone adrenalin (epinefrin dan noreepinefrin) yang berfungsi untuk mengubah glikogen menjadi glukosa, menaikan denyut jantung, dan memperluas bronkiolus.


G. Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin terdiri atas testis (pria) dan ovarium (wanita). Pada testis mengsilkan hormone mineralokortikoid yang berfungsi untuk mengatur metabolisme mineral, mendorong pertumbuhan sekunder seperti suara menjadi besar dll.

Ovarium menghasilkan hormone esterogem yang berfungsi untuk memicu ovulasi dan pertumbuhan sekunder wanita dan hormone progesterone yang berfungsi untuk memicu pertumbuhan dinding uterus (rahim) sebagai persiapan untuk ovulasi berikutnya.

Demikian penjelasan lengkap materi IPA tentang 9 sistem organ tubuh manusia beserta fungsinya yang Abimuda rangkumkan dari berbagai sumber. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman pembaca.