Pengertian Totipotensi dan Kultur Jaringan

Posted on
Totipotensi ialah suatu kemampuan jaringan sel untuk membelah diri dan menghasilkan individu baru. Totipotensi sendiri pertama kali diamati pada tahun 1958 oleh F.C. Steward dari Cornell University. Dalam pengamatan tersebut, dilakukan sebuah percobaan dengan menempatkan sebuah potongan kecil dari jaringan floem wortel yang telah berdiferensiasi pada sebuah wadah untuk media pertumbuhan. Dalam pengamatan, kemudian terlihat jaringan tersebut membelah dan berkembang menjadi akar multiseluler. Akar tersebut kemudian dipindahkan pada media tempat pertumbuhan yang padat. Dan kemudian didapati hasil, akr tersebut tumbuh menjadi tumbuhan dewasa yang utuh. 
pengertian-totipotensi-dan-kultur-jaringan
Pengamatan yang dilakukan Steward ini membuktikan bahwa jaringan dewasa juga memiliki sifat totipoten, yaitu menyimpan sifat yang dapat diwariskan sehingga memungkinkan untuk tumbuh menjadi individu baru yang utuh. 

Manfaat Totipotensi 

Dari penjelasan diatas maka dapat diketahui bahwa suatu jaringan dewasa dapat tumbuh menjadi individu baru yang utuh. Sehingga dengan Totipotensi akan dapat memberikan manfaat berikut ini. 
  1. Tanaman bisa tetap tumbuh dan berkembang walaupun bukan dibagian titik. Hal ini karena setiap sel tanaman memiliki sifat Totipotensi. 
  2. Karena pada dasarnya, Totipotensi dapat saling membentuk pada sel jaringan dewasa yang lainnya, maka hal ini memungkinkan untuk terjadinya individu individu baru. 
Pada tumbuhan terdapat bagian bagian yang memiliki sifat totipoten, adapun bagian bagian tumbuhan tersebut ialah berikut ini. 
Pada jaringan vegetatif, bagian tumbuhan yang memiliki sifat totipoten ialah mata tunas, akar, batang dan juga daun. Sedangkan pada jaringan generatif, bagian tumbuhan yang memiliki sifat totipoten ialah biji, embrio dan juga ovule. 
Sifat Totipotensi juga dimanfaatkan pada aplikasi Kultur Jaringan, adapun Pengertian dari Kultur Jaringan ialah berikut ini. 

Pengertian Kultur Jaringan 

Kultur Jaringan merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian tertentu dari tanaman seperti sekelompok sel ataupun jaringan yang ditumbuhkan dalam kelompok aseptik guna agar tanaman tersebut dapat untuk memperbanyak diri. 
Karena menggunakan sifat Totipotensi, maka teknik kultur Jaringan yang digunakan ialah Kultur in vitro. Adapun Pengertian dari teknik ialah dimana tehnik kultur jaringan dilakukan menggunakan prinsip vegeta dengan melakukanya dalam kondisi aseptik yang dilakukan didalam botol dalam kondisi dan mediun tertentu. 
In vetro sendiri memiliki makna didalam kaca, sehingga dengan jelasnya jaringan tersebut dikembang biakkan dalm botol kaca yang memiliki kondisi dan mediun yang telah ditentukan. 
Karena menggunakan sifat Totipotensi, maka hasil dari Kultur Jaringan nantinya diyakini bahwa tumbuhan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya. 
Dalam melakukan tehnik kultur jaringan, sangat penting untuk menggunakan media yang steril karena media tersebutlah yang nantinya menjadi tempat bagi tanaman untuk tumbuh dan juga menyerap nutrisi. 
Media dalam melakukan tehnij jaringan sendiri terdapat dua macamnya, yakni media padat dan juga media cair. 
Media padat bisa berupa gel yang memiliki bentuk seperti agar dimana agar tersebut sudah ditambahkan dengan nutrisi. Adapun media cair yaitu dengan melarutkan nutrisi pada air. Media ini sendiri dapat dikondisikan sesuai dengan kebutuhan, yaitu media cair yang tenang dan juga media cair yang bergerak. 
Komposisi dalam melakukan tehnik jaringan dapat berbeda, karena hal ini juga akan mengakibatkan perbedaan perkembangan dan pertumbuhan eksplan yang ditumbuhkan dengan tehnik in vitro. 
Media yang paling sering digunakan dalam tehnik ini sendiri ialah Media Murashige dan Skoog (MS). Karena dalam media ini terdapat cukup kandungan yang memenuhi berupa unsur hara mikro serta makro dan juga Vitamin untuk pertunjukan tanaman.