Monday, 30 November 2015

Biografi Auguste Comte Sang Bapak Sosiologi (1798–1857)

Sepakatkah kamu dengan pernyataan bahwa kepribadian individu dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya? Kehidupan intelektual Auguste Comte bisa menjadi contoh konkret. Dia lahir di Montepllir, Prancis pada tanggal 9 Januari 1798. Sejak tahun 1814, Comte belajar ilmu-ilmu eksak di suatu politeknik di Paris. Untuk memperoleh pelajaran di politeknik serta untuk memperoleh latar belakang ensiklopedia yang kuat, ia belajar biologi dan sejarah.

Persinggungan Comte dengan masalah-masalah sosial dimulai sejak dia bekerja sebagai sekretaris seorang bangsawan Prancis, Henri de Saint Simon. Hal ini terjadi karena sang bangsawan sangat besar perhatiannya pada masalah-masalah sosial yang timbul akibat industri yang berkembang saat itu.
Biografi Auguste Comte Sang Bapak Sosiologi (1798–1857)

Pemikiran Comte tentang masalah sosial dipengaruhi oleh Henri de Saint Simon. Namun, bukan berarti Comte meninggalkan kajian ilmu eksak yang telah digelutinya. Dia justru mencoba memahami permasalahan sosial dengan menggunakan pendekatan positivisme yang lazim dipakai dalam ilmu eksak. Comte memperkenalkan istilah sosiologi dalam bukunya yang berjudul Course de Philosophy Positive, sehingga dia dijuluki The Father of Sociology.

Lontaran pemikiran Comte yang berupa Law of Human Progress menyatakan bahwa evolusi masyarakat akan disertai dengan kemajuan yang mewujudkan perkembangan intelektual.

Dalam buku Course de Philosophy Positive yang terdiri atas enam jilid, Comte memaparkan tiga tahap perkembangan pikiran manusia. Pertama, tahap teologis, yaitu pengetahuan manusia didasarkan pada kepercayaan akan adanya penguasa adikodrati yang mengatur dan menggerakkan gejala-gejala alam. Kedua, tahap metafisis, yaitu pengetahuan manusia ada pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip
abstrak yang menggantikan kedudukan kuasa-kuasa adikodrati. Metafisika merupakan pengetahuan puncak tahap metafisis. Ketiga, tahap positif, yaitu pengetahuan manusia berdasar fakta-fakta. Menggunakan observasi dan rasionya, manusia dapat menentukan relasi atau urutan antara fakta dengan fakta. Pengetahuan positif adalah pengetahuan tertinggi kebenaran yang dicapai manusia.

Menurut Comte, rasionalitas manusia menjadi kunci untuk menguak segala rahasia hidup. Tetapi pada akhir hayatnya, Comte berusaha membangun agama baru atas dasar filsafat positivismenya dengan semboyan: cinta sebagai prinsip, teratur sebagai basis, kemajuan sebagai tujuan. Gagasan agama baru itu dituliskan Comte dalam bukunya Politique Positive ou Traite de Sociologie, Instituant la Religion de l’Humanite. Auguste Comte meninggal pada tanggal 5 September 1857.

Pembahasan “Biografi Auguste Comte Sang Bapak Sosiologi (1798–1857) ” ini dikutip dengan beberapa penyesuaian dari BSE Sosiologi Kelas X untuk SMA/MA, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional oleh: Joko Sri Sukardi dan Arif Rohman

Related Post


EmoticonEmoticon