Apa Fungsi Kata Baku ? dan Kapan Kita Harus Menggunakan Kata Baku ?

Advertisement

Kata baku bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi atau peran tertentu. Kata baku ini biasanya digunakan dalam acara atau kegiatan formal berupa lisan maupun tulisan. Bahkan orang-orang Indonesia sendiri nampaknya sedikit merasa aneh jika menggunakan bahasa-bahasa baku dalam pergaulan sehari-hari.

Walaupun demikian, membiasakan penggunaan bahasa baku dalam semua situasi merupakan hal yang baik. Selain sebagai bentuk pembiasaan, penggunaan kata baku juga dapat menjaga keutuhan sebuah bahasa di masa yang akan datang.
Apa Fungsi Kata Baku

Fungsi Kata Baku.

Ada beberapa fungsi kata baku yang harus anda ketahui, yaitu:
  • Sebagai kata pemersatu. Salah satu fungsi dari kata baku adalah sebagai pemersatu. Apa maksudnya? penggunaan kata baku yang dipakai oleh sekelompok orang ternyata dapat mempersatukan kelompok pengguna bahasa tersebut sehingga akan tumbuh rasa persatuan dan kesatuan di dalam masyarakat.
  • Kekhasan. Keberadaan kata baku dapat menjadi ciri khas tersendiri bagi sebuah kelompok orang. Kata baku dapat menjadi tanda yang membedakan antara satu kelompok orang dengan kelompok yang lainnya.
  • Membawa Kewibawaan. Ternyata penggunaan kata baku oleh sebuah kelompok dapat membawa kewibawaan. Orang atau kelompok lain dapat menganggap seseorang berwibawa dari kata dan bahasa yang digunakannya.
  • Kerangka Acuan. Kata baku dapat menjadi acuan benar atau tidaknya bahasa yang digunakan oleh seseorang. Orang lain dapat menilai benar tidaknya setelah mengetahui susunan bahasa baku yang sebenarnya dan membandingkannya dengan bahasa yang digunakan orang tersebut.

Kapan kita harus menggunakan bahasa baku?

Ternyata bahasa baku tidak bisa kita gunakan sembarangan. Ada aturan-aturan yang harus dipenuhi untuk menggunakan bahasa yang satu ini.
Inilah berbagai kondisi kita harus menggunakan bahasa baku:
  • Komunikasi resmi. Dalam komunikasi resmi, kita tidak boleh menggunakan bahasa sehari-hari, termasuk bahasa gaul dan bahasa campuran. Tapi kita harus menggunakan bahasa baku yang benar. Contoh komunikasi resmi seperti komunikasi dalam pertemuan resmi, komunikasi dalam rapat, dan lain sebagainya.
  • Wacana Teknis. Sama seperti pada komunikasi resmi, dalam wacana teknis kita juga harus menggunakan kata baku. Hal ini agar pendengar atau pembaca tidak salah paham dengan apa yang kita sampaikan.
  • Pembicaraan di Depan Umum. Apakah anda pernah melihat orang yang sedang berpidato? Pidato adalah salah satu contoh bicara di depan umum karena kegiatan ini dilakukan di depan orang banyak. Untuk itu saat berpidato seharusnya juga menggunakan kata baku yang resmi.
  • Berbicara dengan orang yang dihormati. Jika kita sedang berbicara dengan atasan kita atau pejabat negara, maka kita harus menggunakan bahasa baku. Ini untuk menunjukan bahwa kita menghormati posisinya.
Itulah 4 keadaan dimana kita harus menggunakan kata baku dalam berkomunikasi. Sedangkan selain 4 keadaan di atas, kita bisa menggunakan ragam baku untuk melakukan komunikasi.

Setelah mengetahui apa saja fungsi kata baku dan kapan kita harus menggunakannya, maka saat ini giliran kita untuk mempelajari kata-kata baku dan cara mengucapkannya. Dengan begitu kita akan terbiasa untuk menggunakan kata baku. 

Untuk itu anda dapat membaca artikel terkait mengenai:

Itulah pembahasan tentang fungsi kata baku dan waktu penggunaannya. Semoga bermanffaat.