Pengertian dan 5 Contoh Karangan Narasi Pendek Singkat

Advertisement
Hai sobat Abimuda  ketemu lagi dengan saya. Jika tadi kita sudah membahas mengenai berbagai macam paragraf beserta contohnya, pada kesempatan kali ini saya kembali datang dengan membawa materi yang tidak jauh beda. Masih sama seputar pelajaran bahasa indonesia, namun pada ulasan kali ini saya akan mengulas tentang pengertian dan contoh karangan narasi pendek.
Ok, mari kita simak sama-sama ulasan berikut ini.

Pengertian karangan narasi


Seperti yang telah sobat Abimuda  ketahui bahwa karangan narasi adalah suatu paragraf yang  isinya mengembangkan dari tulisan yang berisi tentang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu, yang telah dijabarkan dengan urutan sebagai berikut: awal, tengah, dan pada bagian akhir.

Ciri-ciri karangan narasi


karangan narasi memiliki ciri-ciri yang khas, di antaranya adalah:
Isi dari paragraf ini adalah berupa cerita atau pengalaman dari penulis.
Peristiwa yang dituangkan dalam tulisan adalah pengalaman dari penulis atau gabungan dari imajinasi penulis.
Terdapat konflik, sebab jika karangan narasi tanpa adanya konflik tidak menarik.
Terdapat nilai estitika.
Lebih menekankan susunan secara kronologis.

Contoh karangan narasi pendek

Contoh 1:
Sekolahku telah dikelilingi oleh berbagai macam tanaman.Seluruh taman-taman kelas juga telah dihiasi bunga-bunga yang memiliki beranekaragam warna. Pun dengan kelas kami belajar telah dipenuhi oleh lapisan cat yang berwarna putih serta ukiran-ukiran dari tangan siswa telah menghiasi mading, sehingga kelas terlihat megah dan menarik.
Sesekali sambil menikmati pemandangan yang terdapat di mading, siswa-siswi juga telah asik membaca dan  belajar di taman digital.

Contoh 2:

Ketika itu aku tinggal di kota hujan, yakni Bogor. Aku memiliki seorang  kawan baik, meski jarang sekali untuk ketemu karena aku pindah ke kota Bandung.
Waktu pertama kali kita berkenalan dia bekerja sebagai seorang buruh pabrik di Jakarta. Namun setiap akhir pekan dia pulang ke kota Bogor.
Pada akhir peken itulah aku sering bertemu dengannya dalam sebuah majelis dikir. Dia sering membawa oleh-oleh dari Jakarta, dan sering sekali kami makan bersama dalam majelis tersebut.

Contoh 3:
Si kumis mulai mengerang. Melihat temannya terdesak, si cicin batu bermaksud membokong tetapi kaki kanan iping mengaitnya dengan kencang hingga tidak memperdulikan teguran dari Mardi. Ipul mendaratkan kepalanya lagi ke si kumis.
Para wanita yang ada di situ menjerit-jerit. Sementara itu Ikus dan Sunar sudah siap-siap untuk menjaga kemungkinan buruk lain di depan pintu. Beberapa laki-laki yang ada dalam ruangan dan dua orang polisi pun datang untuk melerai.

Contoh 4:

Seorang pemuda desa itu duduk gelisah ditepi sungai. Entah tak ada yang tahu sedang berbuat apa.
Namun pemuda itu sebenarnya sangat baik, ramah dan pendiam. Para warga mengenal sosok pemuda itu memang berbeda dengan pemuda-pemuda pada umumnya yang suka mabuk-mabukkan, bermain judi dan bermain perempuan.
Banyak pemuda yang tidak menyukainya yang memiliki sikap pendiam. Namun sepertinya kali ini dia tampak gelisah meski tak ada satu pun yang tahu mengapa dia gelisah dan duduk di tepi sungai itu.

Demikianlah pembahasan tentang karangan narasi dan contohnya yang singkat. Semoga pembahasan ini dapat emberi manfaat yang baik bagi sobat Abimuda  yang selalu setia.