Pengertian dan Contoh Kalimat Majas Sinekdoke Pars Pro Toto dan Totem Pro Parte

Advertisement
Selain majas sinekdoke, dalam pelajaran Bahasa Indonesia kita telah mengenal banyak contoh majas. Dan di blog Abimuda ini kami juga telah membahas banyak berbagai pengertian majas beserta contohnya seperti:
Adapun pengertian majas sinekdoke adalah gaya bahasa yang digunkan untuk mewakili  hal lain di luar arti kata yang diungkapkan. Majas ini termasuk dalam jenis majas perbandingan. Walaupun, sebagian orang juga ada yang mengatakan majas sinekdoke masuk ke dalam jenis majas pertautan.

Berdasarkan cara mengungkapkannya, majas sinekdoke bisa kita kelompokan ke dalam dua jenis yaitu pars pro tato dan Totem Pro Parte.

contoh majas sinekdoke

Pengertian dan Contoh Sinekdoke Pars Pro Tato

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan bagian kecil dari sesuatu untuk mewakili keseluruhan.
Contoh: "Mana Anton, hari ini aku belum melihat batang hidungnya". Nah kata batang hidung merupakan majas pars pro toto. Penutur disini menyebutkan bagian kecil dari sosok Anton, yaitu batang hidungnya. Padahal maksud penutur sebenarnya adalah Anton seutuhnya tidak sebatas hidungnya saja.

Perhatikan lagi contoh-contoh berikut:

  1. Untuk bisa masuk ke pasar malam, perkepala hanya ditarif biaya sekitar Rp. 10.000 saja.
  2. Ayah membeli satu ekor kambing untuk disembelih dan dijadikan gulai.
  3. Setelah dilakukan eksekusi oleh kejaksaan, Pak Amir terpaksa angkat kaki dari rumahnya sendiri.
  4. Hamzah adalah paman Nabi Muhammad yang selalu siap pasang badan untuk membela da'wah Islam.
  5. Budi sangat menikmati pekerjaan pertamanya sebagai salles yang menyodorkan barang dagangnya dari pintu ke pintu.

Pengertian dan Contoh Sinekdoke Totem pro Parte

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan bagian besar dari sesuatu untuk mewakili sebagian.
Contoh: "Indonesia mendapatkan mendali emas pada cabang perlombaan bulu tangkis". Nah kata batang Indonesia merupakan majas Totem Pro Partw. Penutur disini menyebutkan Indonesia untuk mewakili satu orang atlite bulu tangkis yang memenangkan mendali emas.

Perhatikan lagi contoh-contoh berikut:
  1. Barcelona mencetak gol kemenangannya pada menit ke 80.
  2. Menonton TV memberikan dampak negatif pada perkembangan anak.
  3. Polri berhasil meringkus kawanan  begal yang sering beraksi di daerah Lampung Utara.
  4. Kejaksaan telah mengeksekusi aset koruptor yang didapatkan dari hasil korupsi.
  5. Pemerintah dituntut untuk turun ke pasar dan menindak kecurangan yang terjadi menjelang hari raya Iedul Fitri.
Baca Juga: Pengertian dan Macam-macam Majas Lengkap Beserta Contohnya
 
Demikian pengertian dan contoh majas sinekdoke dengan kedua jenisnya yaitu Sinekdoke Pars Pro Toto dan Totem Pro Parte. Semoga dengan pengertian dan beberapa contoh ringan di atas, sobat Abimuda bisa memehami dan mengembangkannya sendiri.