Pengertian Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas dalam Sebuah Paragraf Beserta Contohnya

Advertisement
Yang dimaksud dengan kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya mengandung pokok fikiran atau gagasan utama yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Gagasan utama  bersifat umum dan dapat merangkum semua isi yang ada dalam sebuah paragraf.

Adapun kalimat penjelas adalah kalimat yang mengusung ide penjelas bagi gagasan utama. Kalimat penjelas dibuat lebih terperinci guna memperkuat dan menguraikan pokok bahasan sehingga lebih mudah ditangkap oleh pembaca. Kalimat penjelas bisa berupa kutipan, contoh, ilustrasi dan sebagainya.

Pengertian kalimat utama


Contoh kita memiliki sebuah gagasan pokok " Budi pandai". Maka kita bisa menggunakan kalimat utama yang kurang lebih berbunyi:
  • Budi adalah seorang anak yang pandai.
Nah dari sini tampak bahwa kalimat diatas bersifat umum. Disitu belum dijelaskan seperti apa kepandaian yang dimiliki oleh Budi. Maka sekarang kita bisa menambahkan beberapa klimat penjelas seperti berikut ini:
  • Dia selalu mendapat juara satu dikelasnya.
  • Sudah banyak prestasi akademik atau non akademik yang telah ia sabet.
  • Bahkan pada semester yang lalu ia mendapatkan nilai rata-rata 95 dan menjadi yang tertinggi di MTs Ulul Albab.
Sehingga jika kita gabungkan dua jenis kalimat tersebut, akan terbentuklah sebuah paragraf yang indah dan lebih mudah untuk difahami.
Budi adalah seorang anak yang pandai. Dia selalu mendapat juara satu dikelasnya. Sudah banyak prestasi akademik atau non akademik yang telah ia sabet. Bahkan pada semester yang lalu ia mendapatkan nilai rata-rata 95 dan menjadi yang tertinggi di MTs Ulul Albab.

Kalimat Utama Tidak Selalu Ada di Awal Paragraf

Benar, kalimat utama tidak selalu berada di awal paragraf. Karena sebagai mana dijelaskan diatas bahwa kalimat utama adalah kalimat yang didalamnya terkandung gagasan utama. Sedangkan gagasan utama itu sendiri bisa berada di awal, tengah, akhir bahkan di awal dan di akhir paragraf secara bersamaan. Untuk lebih jelas lihatlah contoh berikut:

Contoh 1:

(1) Bertanya membuat  seseorang memiliki kepekaan terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di  lingkungan sekitarnya. (2) Dari kegiatan tersebut, kita bisa mendapatkan informasi tentang berbagai hal yang belum pernah diketahui. Dalam banyak hal pasti melakukan kegiatan bertanya. (3) Contohnya seorang siswa akan bertanya kepada gurunya agar dapat memahami materi secara utuh. (4) Jadi berbagai manfaat bisa kita peroleh dengan bertanya.

Kalimat utama pada paragraf tersebut adalah kalimat nomor 4. Adapun nomor 1, 2, dan 3 merupakan kalimat penjelas yang merinci macam-macam manfaat bertanya yang menjadi gagasan pokok paragraf.

Contoh 2 :

(1) Iman merupakan nikmat terbesar bagi yang patut kita syukuri. (2) Dengan iman hidup seseorang akan lebih bermakna. (3) Imam bagaikan lentera yang akan selalu menerangi kita disaat gelap.(4) Ialah yang akan menunjuki serta  menghantarkan kita menuju tujuan hidup yang hakiki.(5) Sehingga bersyukurlah atas  imam yang merupakan nikmat terbesar ini.

Paragraf di atas termasuk jenis paragraf campuran. Kalimat utama pada paragraf tersebut adalah kalimat nomor (1) dan (5). Keduanya mengusung gagasan pokok yang sama berupa "mensyukuri nikmat iman yang merupan nikmat terbesar"  Adapun nomor (2) , (3), dan (3) merupakan kalimat penjelas yang semakin menguatkan bahwa iman benar-benar merupakan nikmat terbesar yang patut disyukuri.