Riana Helmi Luluskan Sarjana Kedokteran Termuda UGM Peraih Rekor Muri

Advertisement

Tahun 2009 dunia pendidikan indonesia sempat dibuat bangga dengan diwisudanya seorang mahasiswi yang masih begitu belia bernama Riana Helmi.Bila pada umumnya seseorang masuk jenjang kuliah pada umur 18 atau 19 tahun.Justru sebaliknya, sosok  yang satu ini pada jenjang umur yang sama bahkan lebih muda sudah berhasil menyabet gelar sarjananya,

Riana Helmi Luluskan Sarjana Kedokteran Termuda UGM
Foto: Henry Ismono | NOVA
Riana Helmi berhasil meraih gelar sarjana kedokteran di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Gadis muda kelahiran Banda Aceh 22 Maret 1991 ini meraih SK Yudisium dari Fakultas Kedokteran UGM pada usia 17 tahun 11 bulan dan baru diwisuda pada 19 Mei 2009 pada usia 18 tahun 2 bulan sekaligus tercatat sebagai sarjana termuda di Indonesia dengan Predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,67.

Keberhasilan Riana ini, membawanya meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Juni 2010 sebagai lulusan Termuda. Bahkan, UGM sebagai lembaga yang selama ini ikut berjasa dalam mendidiknyapun meraih penghargaan serupa sebagai universitas yang berhasil meluluskan sarjana kedokteran termuda.

Umur 4 Tahun Sudah Masuk SD.

Dalam sebuah wawancaranya dengan salah satu tabloid nasional Riana Helmi mengaku bahwa dirinya sudah masuk SD sejak usia 4 tahun. Riana kecil saat itu merengek minta kepada sang bunda Rofi’ah agar dimasukkan sekolah. Namun lantaran jarak rumah dengan TK lumayan jauh, akhirnya ibunya menitipkannya di SD tidak jauh dari rumahnya.

Kecerdasan Riana memang sudah nampak semenjak kecil, terbukti walaupun terhitung sebagai anak bawang di kelasnya, ternyata Rofi’ah dapat mengikuti pelajaran dengan sangat baik. Terbukti saat kenaikan kelas ia dinyatakan naik kelas bahkan dapat menyabet ranking 2 di kelasnya. Dan setelah itu sejak kelas 2 sampai 6 SD ia selalu menduduki peringkat 1 di kelasnya.

Selesaikan Jenjang SMP dan SMA Selama 2 Tahun .

Setelah lulus SD, oleh sang ayah Helmi,S.H yang merupakan seorang polisi, Riana didaftarkan ke kelas akselerasi di SMP 1 Sukabumi.Dia dan ke 24 siswa yang lain berhasil melewati rangkaian tes seperti tes akademi dan IQ dengan mulus dan akhirnya ia pun masuk kelas percepatan.

Karena sistem kenaikan kelas pada jenjang akselerasi adalah 8 bulan. Maka Riana dapat  dapat menyelesaikan jenjang SMP dalam kurun waktu lebih cepat yaitu 2 tahun.

Setelah lulus SMP Riana melakukan hal yang sama yaitu dengan mengikuti program akselerasi untuk jenjang SMA. Dan lagi-lagi iapun dapat menyelesaikannya dalam waktu 2 tahun.

Sosok Berjasa di Balik Kesuksesan Riana

Di balik kesuksesan seseorang selalu saja ada sosok hebat yang ada di belakangnya. Sosok yang selalu memotifasi dan siap memberikan bantuan saat dibutuhkan.

Dan sosok itu bagi Riana adalah kedua orang tuanya. Ia mengakui bahwa ayah dan ibunyalah yang selama ini menjadi tokoh utama di balik kesuksesannya. Dari dulu kedua orang tuanyalah yang paling berjasa mendidik, mengarahkan dan membantunya menjadi seorang anak yang cinta belajar.

Ayah dan ibu riana memang pantas dikatakan sebagai tokoh kunci di balik kesuksesannya, terutama sang ayah yang rela menghabiskan tiap akhir pekan untuk datang menengoknya saat awal kuliah di UGM. Sementara ibunya, menurut Riana, tidak pernah berhenti mendukungnya untuk sukses. Ia ingat, sang ibu selalu membantu mengerjakan tugas sekolah saat dirinya masuk kelas akselerasi di bangku SD, SMP, dan SMA.

"Kita sering mendengar, di balik kesuksesan seorang laki-laki yang hebat, pasti ada seorang wanita yang hebat di belakangnya. Namun lebih dari itu, bagi saya, dari seorang anak yang hebat, di belakangnya pasti ada orang tuanya yang tidak kalah hebatnya," ujar pemegang rekor MURI sarjana termuda 2009 itu.
#Dikutip dari berbagai sumber